OTT KPK Terancam Terhambat

Hukum | Minggu, 30 September 2018 - 14:14 WIB

JAKARTA  (RIAUPOS.CO) – Beredarnya draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyadapan beberapa hari belakangan membuat resah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga yang dipimpin Agus Rahardjo itu pun angkat bicara. Munculnya draf itu mengancam kewenangan KPK dalam menindak kasus rasuah yang telah diatur dalam undang-undang khusus.

Ancaman itu sama halnya dengan revisi KUHP yang memasukan delik pidana korupsi sebagai pidana biasa. Bukan pidana khusus seperti yang sekarang berlaku. Nah, RUU Penyadapan berpotensi membenturkan aturan baru dengan aturan khusus yang melekat di KPK selama ini. Benturan hukum itu dikhawatirkan melemahkan kewenangan KPK.

Baca Juga :Polda Mulai Telisik Aset Firli dan Keluarga

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya memang pernah diundang oleh Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan paparan kajian tentang RUU Penyadapan pada Juni lalu. Namun, saat itu, KPK tidak dalam posisi menyetujui atau menolak RUU tersebut. Sebab, acara itu hanya sebatas diskusi biasa.

Febri menjelaskan, sampai saat ini pihaknya memang belum menerima draf itu secara resmi. Meski demikian, KPK berharap aturan-aturan yang dibuat tidak memperlemah upaya pemberantasan korupsi dan kejahatan serius lainnya, seperti narkotika dan terorisme. ”Kita perlu menyadari korupsi adalah kejahatan luar biasa,” terangnya.

Menurut dia, aturan-aturan yang bisa menghambat investigasi kasus korupsi mestinya diminimalkan. Dan diletakkan pada hukum acara penanganan pidana yang bersifat khusus atau lex specialis.

”Kewenangan penyadapan yang diberikan KPK telah memiliki dasar hukum yang kuat di pasal 12 ayat (1) huruf a UU 30 tahun 2002,” imbuhnya. 

Kewenangan penyadapan itu yang selama ini digunakan KPK untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Sejauh ini, total ada 93 perkara yang diawali dengan tangkap tangan.

”Jika aturan-aturan baru dibuat tidak secara hati-hati, maka bukan tidak mungkin kerja KPK akan terhambat, termasuk OTT tersebut,” paparnya.(tyo/jpg)









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook