Di Riau, JNE juga menjadi market leader. Itu tampak dari jasa pengiriman di bandara yang didominasi JNE. Data dari Asperindo (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Pos dan Logistik Indonesia) Priovinsi Riau juga menyebut JNE masih market leader di daerah ini.
"Kendati demikian, kami tak mau terlena. Kami ingin selalu meningkatkan pelayanan," ujar Zulheri.
Peningkatan pelayanan yang dimaksud adalah dalam pengiriman, JNE telah menggunakan semua jalur, yakni darat, udara, dan laut. Hal ini berbeda dengan beberapa jasa pengiriman lain yang hanya darat saja, atau udara saja. Padahal, semua moda transportasi saling mendukung. Dia mencontohkan pengiriman melalui udara yang kadang terlarang, misalnya bahan cairan. Dalam kondisi itu, JNE bisa langsung mengalihkan ke pengiriman darat dengan adanya divisi JNE trucking.
Peningkatan jumlah titik layanan juga terus dilakukan. Tujuannya untuk makin mendekatkan pelanggan dengan JNE. Sejauh ini, di Riau ada 35 kantor cabang JNE di 11 kabupaten/kota. Ditargetkan, tiap kecamatan akan ada perwakilan JNE. Jika tidak kantor, paling tidak agen. Sejauh ini di Riau ada 80 agen JNE. Pelayanannya sama dan masyarakat bisa membuka outlet untuk jadi agen JNE sebagai mitra.
"Beberapa kawasan yang relatif sulit seperti Pulau Burung di Inhil sudah ada kurir kami. Selain PT Pos, hanya JNE yang sampai ke sana," ujarnya.
Pelayanan secara daring juga terus ditingkatkan dengan aplikasi MyJNE. Secara internal, pihak JNE juga punya aplikasi sendiri untuk mengetahui sampai di mana paket yang dikirimkan, apakah masih di kantor cabang, atau sudah diantarkan kurir ke alamat pelanggan. Hal itu misalnya dapat diketahui real time, karena setiap yang dikerjakan harus dilaporkan saat itu juga. Misalnya, JNE menggunakan sistem tanda tangan elektronik kepada penerima dan setelahnya langsung dilaporkan melalui aplikasi. Dengan demikian diketahui persis dalam jaringan JNE bahwa paket sudah sampai ke alamat.