TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Di Kota Tembilahan yang merupakan ibu kota dari kabupaten Indragiri Hilir ini miliki aneka ragam jajanan kuliner dan juga hasil olahan tenunan yang cukup membanggakan, diantaranya dari kelompok usaha bersama Tenun Cempaka Wangi yang beralamat di Jalan Pekan Arba, Tembilahan, Inhil.
Diketahui, produk-produk olahan khas Inhil yakni ke Tenun Cempaka Wangi ini telah mengharumkan namanya Indragiri Hilir di pusat ibu kota Provinsi Riau kota Pekanbaru dengan menjadi juara kedua di ajang perlombaan tenunan Se-Provinsi Riau pada tahun 2000-an.
Dikatakan, Eliani atau akrab disapa dengan buk Eli kepada awak media bahwasanya usahanya ini berawal dari tahun 1997 dengan belajar pertama kali di dekranasda di kota tembilahan. Sedangkan Bahan bakunya itu di pesan langsung dari Bandung.
"Untuk proses pengerjaannya itu memakan waktu bisa 1 minggu karena banyak proses-prosesnya," ungkap Eli.
Dijelaskannya, untuk motifnya, ada bunga, rebung bambu dan masih banyak lagi lainya yang bertemakan khusus Kabupaten Indragiri Hilir. Biasanya harga-harga per meternya relatif mengikuti harga benang di pasaran, karena benang mahal jadi dijual per lembarnya itu Rp300 ribu untuk 2 meter 20 cm.
"Untuk pertama kalo dulu harganya Rp220 ribu sekitar tahun 2000-an, akan tetapi saat ini harga harga bahan mulai naik jadi ikut naik," jelasnya.
Senada dengan itu, Sudirman yang merupakan suami buk Eliana mengungkapkan bahwasanya istrinya ini seringengikuti pelatihan-pelatihan sampai ke Bandung Jawa Barat.
"Pada waktu itu juga pernah mendapatkan beberapa sertifikat penghargaan, pernah juara 2 di Pekanbaru dalam perlombaan tenunan Se-Provinsi Riau pada tahun 2000-an serta pernah di ikutkan perlombaan oleh istri bupati Inhil, Hj Zulaikhah Wardan," pungkasnya.
Laporan: Indra Efendi (Tembilahan)
Editor: Eka G Putra