PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Demi untung besar, bandar Narkoba di Pekanbaru mencurangi pelanggannya. Mereka tidak lagi menjual ekstasi asli, melainkan ekstasi palsu yang diracik dari berbagai jenis obat obatan yang dijual di apotik.
"Ekstasi palsu ini diracik dari obat obatan jenis paracetamol dan obat obatan lainnya. Namun dibentuk dan diberi merek seperti asli," ujar direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hermansyah.
Ekstasi palsu yang saat ini beredar kata Hermansyah, disinyalir lebih berbahaya. Karena terdiri dari bahan bahan yang kegunaanya bukan untuk stimulan. Selain itu barang barang tersebut juga tidak dibuat dengan takaran yang benar.
"Ini jelas sangat berbahaya. Ekstasi yang asli saja sudah jelas berbahaya untuk kesehatan. Apalagi yang abal abal-abal," sebut Hermansyah.
Munculnya ekstasi abal abal ini, kata Hermansyah bermula dari pengungkapan yang dilakukan oleh jajaran Polres Pekanbaru, beberapa waktu lalu dari tangan oknum Polisi di Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru.
"Ya dari hasil uji lab di BBPOM barang tersebut tidak mengandung methapetamine. Melainkan unsur lain dan sangat berbahaya untuk kesehatan," ujarnya.
Saat ini jajaran Polda Riau, tengah berupaya untuk melakukan pemberantasan dengan menjerat dengan undang undang kesehatan.(dik)