Debat Capres Jangan Cuma Formalitas

Politik | Jumat, 08 Desember 2023 - 09:22 WIB

Debat Capres Jangan Cuma Formalitas
Tiga calon presiden yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo. (DOK RIAU POS)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Debat pertama antar calon presiden akan dihelat Selasa 12 Desember mendatang. Tema final yang telah disepakati dalam rapat Rabu (6/12) terkait pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga.

Meski demikian, hingga saat ini, publik belum mengetahui sedalam apa topik yang akan menjadi materi pada debat perdana tersebut. Atas dasar itu, Kamis (7/12) Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menyambangi Kantor KPU RI.


Organisasi yang dikenal konsen pada HAM itu, menyerahkan catatan untuk dapat dijadikan sebagai materi debat. “Guna mengukur komitmen setiap pasangan dalam menghadirkan prinsip negara hukum, penghormatan HAM dan perbaikan situasi demokrasi,” ujar Kepala Divisi Riset dan Dokumentasi KontraS, Rozy Brilian.

Rozy menegaskan, masukan tersebut tidak untuk menyudutkan salah satu capres. Sebab dalam pandangannya, semua capres memiliki ‘dosa’ masing-masing. Misalnya Prabowo Subianto dalam kasus 1998, Ganjar Pranowo dalam kasus Wadas, hingga Anies Baswedan sebagai pihak paling bertanggung jawab atas polarisasi 2017.

KontraS mencatat, setidaknya ada sembilan isu HAM yang perlu digali dari debat capres. Yakni strategi dan metode penuntasan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu, peran Presiden dalam memimpin arah peradaban HAM, Peran Presiden dalam menjalankan reformasi sektor keamanan seperti Polri dan TNI yang terus melakukan pelanggaran HAM, serta langkah strategis menghentikan di Papua.

Kemudian, perlu juga digali soal komitmen Presiden untuk memperbaiki pola penentuan kebijakan yang jauh dari proses yang akuntabel, langkah untuk memperbaiki situasi demokrasi yang trennya terus memburuk, komitmen untuk menghentikan pelanggaran HAM dalam pembangunan, strategi mengembalikan kebebasan akademik, serta komitmen Presiden dalam menguatkan lembaga HAM untuk melakukan pengawasan.

Rozy berharap, dengan dimasukkannya catatan tersebut, diharapkan debat bisa betul-betul substantif. “Dan berhasil menguji ‘isi kepala’ masing-masing pasangan calon,” imbuhnya.

Pihaknya mengingatkan, jangan sampai Debat yang berlangsung terkesan seremonial belaka dan formalistik. Sebab, masyarakat memiliki hak untuk disuguhkan tontonan yang berisi kualitas calon pemimpinnya di masa mendatang. “Pernyataan dan komitmen para calon dalam menjawab permasalahan ini dapat ditagih ketika mereka berkuasa nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU RI Hasyim Asyari memastikan isu HAM akan menjadi salah satu pembahasan. ‘’Itu di topik debat pertama,’’ ujarnya. Namun soal detail pembahasannya, itu akan dirumuskan oleh tim panelis.(far/jpg)









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook