HOBI

Mengenal Astrophytum, Kaktus tanpa Duri

Gaya Hidup | Senin, 04 September 2023 - 15:19 WIB

Mengenal Astrophytum, Kaktus tanpa Duri
ILUSTRASI (JAWAPOS.COM)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Duri dan kaktus sangat lekat, seperti surat dan prangko. Nyatanya, ada astrophytum, kaktus yang mulus tanpa duri. Perawatannya tak berbeda jauh dengan kaktus pada umumnya. Namun, kolektor kaktus kelas lanjut pasti tak lepas dari astrophytum.

”Buat pemula, mereka biasanya belum kenal atau belum ambil jenis itu,” ucap Misbahul Munir, petani dan penjual kaktus astrophytum. Secara harga, kaktus jenis tersebut memang lebih mahal. Untuk ukuran kecil saja, Munir menjualnya sekitar Rp 200 ribu. Usia kaktus astrophytum yang dijual berkisar 2–3 tahun.


”Nah ini yang besar, harganya sudah Rp 500 ribu ke atas,” kata Munir sembari menunjukkan koleksi astrophytum terbesar yang dia jajakan Jumat (1/9). Tingginya hanya sekitar 5 sentimeter. Menurut Munir, usia kaktus jenis astrophytum asterias superkabuto itu sudah mencapai lima tahun.

Di pasaran, jenis astrophytum yang paling banyak dikenal adalah astrophytum asterias dan astrophytum myriostigma. Keduanya mudah dikenali dari bentuk batang badan kaktus. Batang myriostigma memiliki sudut tajam di sisi-sisinya. Sedangkan asterias tak memiliki sudut. Membuatnya mirip buah labu berwarna hijau.

Asterias superkabuto dikenal dengan bintik-bintik putih di bagian batangnya. ”Ini juga yang bikin mahal. Makin banyak bintik, makin mahal,” ucap Munir. Pada superkabuto yang masih kecil, bintik putih tersebut memang terlihat mirip seperti jamur. Lama-kelamaan, bintik putih itu bertambah banyak dan makin besar mengikuti ukuran kaktus.

Jika terganggu dengan bintik putih tersebut, penyuka tanaman bisa mengincar astrophytum asterias nudum. Jenis itu lebih mulus secara warna dan tekstur. ”Jadi hijau polos, dengan titik-titik calon bunga saja. Bukan bintik putih,” papar Munir.

Ada pula astrophytum asterias nudum variegata yang biasanya memiliki warna cantik selain hijau. Misalnya, kuning dan merah. Munir mengatakan bahwa kecantikan variegata memang bikin harga astrophytum makin naik. ”Apalagi kalau rata di semua bagian batang. Bisa ratusan ribu hingga Rp 1 juta,” tuturnya saat ditemui di pameran tanaman di kawasan Surabaya Barat.

Perawatan astrophytum sebenarnya tak berbeda jauh dengan kaktus pada umumnya. Penyiraman dilakukan sekali dalam sepekan saja. ”Kalau cuaca terik sekali seperti saat ini, cukup disiram dua kali seminggu,” imbuh pria yang berdomisili di kawasan Wonocolo tersebut.

Dia juga mewanti-wanti agar penempatan astrophytum tak sembarangan. Jika diletakkan di teras rumah, pastikan sinar matahari tak langsung mengenai tanaman. ”Kalau langsung nyentrong, malah jadi ada kerak-kerak karatan di batang bagian bawah,” tuturnya. Performa pertumbuhan astrophytum juga cenderung jelek jika terkena sinar matahari berlebihan. ”Padahal, ia bisa tumbuh besar, lho. Seperti yang jenis superkabuto ini, bisa dirawat sampai setinggi 2 meter,” sambung Munir.

Saat musim hujan, kelembapan udara yang naik memiliki potensi buruk bagi astrophytum. Salah satunya, kemunculan jamur. ”Makanya, bulu-bulu astrophytum wajib di-trimming enam bulan sekali supaya nggak terlalu panjang,” tegasnya. Dia juga menyarankan penyemprotan antifungi dua kali per bulan. ”Tapi, kalau sudah terjangkit, nggak perlu panik. Bisa dilepas dari media tanam dulu, lalu direndam larutan obat selama satu jam,” tandasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook