Banjir Luapan Sungai Batang Lubuh, Lintas Rohul-Sumut di Simpang Kumu Macet 3 Km

Sumatera | Rabu, 27 Desember 2023 - 19:09 WIB

Banjir Luapan Sungai Batang Lubuh, Lintas Rohul-Sumut di Simpang Kumu Macet 3 Km
Ratusan kendaraan dan masyarakat terjebak di titik banjir yang merendam ruas jalan provinsi di Dusun Kumu Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir yang mengakibatkan arus lalulintas Rohul menuju Sumut dan Duri tidak bisa dilintasi pengendara, Rabu (27/12/2023) petang. (ENGKI PRIMA PUTRA/RIAUPOS.CO)

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Banjir dari luapan air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian yang merendam sejumlah titik ruas jalan provinsi di Kecamatan Rambah dan Kecamatan Rambah Hilir dengan ketinggian 30-70 centimeter (cm) mengakibat arus lalulintas mengalami lumpuh total.

Baik arus lalulintas dari arah Pasirpengaraian Kecamatan Rambah menuju Tambusai batas Sumatera Utara (Sumut) dan arah menuju Simpang Kumu Kota Tengah Sontang batas Duri maupun arah sebalik. 


Kondisi itu mengakibatkan terjadinya antrian panjang ratusan kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat, dump truk dan interkuler sepanjang lebih kurang 3 (tiga) Kilometer dari arah berlawanan.

Pasalnya, titik banjir sepanjang lebih kurang 300 sentimer merendam ruas jalan provinsi Pasirpengaraian- Dalu-dalu batas Sumut dari Jembatan Dusun Kumu Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir menuju arah Pasirpengaraian.

Sehingga kendaraan bermotor tidak bisa melintas badan jalan yang terendam banjir dengan ketinggian sepinggang orang dewasa. Disamping warga Dusun Kumu yang rumah terdampak banjir di tepi ruas jalan raya melarang kendaraan bermotor melintasi jalan tersebut.

Karena warga mengkuatirkan, air gelombang dari kendaraan bermotor saat melintas jalan provinsi yang terendam banjir merusak kaca rumah dan bangunan rumah.

Penutupan jalan provinsi oleh masyarakat Dusun Kumu Desa Rambah terhitung Rabu (27/12/2023) pukul 14.00 WIB hingga berita ini diterbitkan masih belum bisa dilintas oleh kendaraan bermotor.

Kondisi banjir itu, ratusan warga dan pengendara bermotor terjebak dan berkumpul dititik banjir, sambil menunggu badan jalan provinsi di Dusun Kumu yang kini terendam surut. Terpantau dilapangan, petugas kepolisian dari Polsek Rambah Hilir dan Satlantas Polres Rohul berjaga dititik lokasi banjir. 

Salah seorang warga Kepenuhan idris kepada riaupos.co, Rabu (27/12/2023) petang mengaku, banjir yang merendam ruas jalan provinsi di Dusun Kumu Desa Rambah terjadi sejak pagi. Saat itu, arus lalulintas masih bisa melewati genangan banjir.

Dengan ketinggian air yang semakin naik merendam ruas jalan provinsi hingga pukul 14.00 WIB, jalur arus lalulintas ditutup oleh warga setempat.

‘’Saya sudah hampir 4 jam terjebak disini, ada ratusan warga dan pengendara kendaraaan bermotor antri di tepi ruas jalan provinsi di Dusun Kumu Kecamatan Rambah Hilir. Karena badan jalan terendam banjir lebih kurang sepajang 250 Cm. Saat ini arus lalulintas lumpuh total, kendaraan tidak bergerak’’ katanya.

Diakuinya, hingga pukul 18.00 WIB, arus lalulintas masih lumpuh, tidak bisa dilintasi sama sekali oleh kendaraan bermotor akibat badan jalan yang terendam banjir.

Sementara itu, Camat Rambah Hilir Agus Salim SSos saat dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (27/12/2023) petang membenarkan terjadinya antrian panjang kendaraan bermotor di ruas jalan provinsi di Dusun Kumu Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir sejak siang.

Diakuinya, banjir yang merendam badan jalan provinsi sepanjang 200 Cm dengan ketinggian 30-70 Cm, membuat arus lalulintas terganggu. ‘’Kondisi banjir itu, membuat, arus lalulintas tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. Saat ini akses jalan terputus, baik dari arah Pasirpengaraian menuju batas Sumut dan arah Simpang Kumu Kepenuhan Sontang Batas Duri maupun sebaliknya,’’ ujarnya.

Agus salim mengaku, air yang merendam ruas jalan provinsi di Dusun Kumu hingga pukul 18.00 WIB masih bertahan. Kendaraan bermotor dilarang untuk melintasi genangan banjir, untuk menghindari kerusakan rumah warga yang berada di tepi jalan raya dan menghindari terjadinya sesuatu yang tidak di inginkan.

Laporan: Engki Prima Putra (Pasirpengaraian)

Editor: Eka G Putra









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook