DUMAI (RIAUPOS.CO) - Terkait Gafatar, pengurus MUI Kota Dumai mengaku masih menanti arahan dari MUI pusat. Namun masyarakat tetap diimbau waspada.
“Patut diwaspadai bentuk penyesatan umat berkedok kegiatan sosial. Aliran sesat punya banyak motif. Mereka mencoba mengambil keuntungan dari sikap fanatik satu kelompok terhadap sosok seseorang,”ujar Ketua MUI Kota Dumai Lukman Syarif, kemarin.
Pihak MUI, sebut Lukman, siap berkoordinasi dengan Kesbangpolinmas Kota Dumai, terkait rencana pembekuan Gafatar di Dumai. Sebab MUI Dumai sangat miris dengan menyeruaknya kabar keberadaan Gafatar di Dumai. Terlebih hal ini menjadi perhatian hingga tingkat nasional.
Anggota yang direkrut Gerakan Fajar Nusantara itu sudah tidak lagi menjalankan ajaran Islam. Bahkan banyak di antara mereka berani meninggalkan keluarganya. Apalagi Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sudah menerbitkan fatwa bahwa Gafatar adalah aliran sesat.