Boediwarsono mengungkapkan, CAM sejatinya diminati penderita kanker sejak sekitar 15 tahun lalu. Bahkan, makin hari makin banyak pasien yang menggunakan CAM. ’’Jumlahnya mencapai 33-36 persen dari seluruh pasien kanker,’’ ujarnya.
Yang jelas, saran Boedi, pasien bisa memilih berbagai jenis pengobatan CAM yang telah teruji. Di antaranya, terapi diet, herbal, tulang rawan ikan hiu, hipnoterapi, terapi spiritual, akupunktur, dan terapi ozon.
Bila ingin menerapkan pengobatan CAM, para dokter harus punya prinsip kedokteran modern. ’’Yakni, menganggap manusia bukan mesin. Merawat secara menyeluruh, mulai bio-psiko-sosio-spiritual,’’ ungkapnya. (nhk)