PERDAGANGAN ASIA TENGGARA

Untuk Menambah Pasokan, Singapura Bakal Impor Listrik dari Malaysia

Ekonomi-Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2020 - 02:02 WIB

Untuk Menambah Pasokan, Singapura Bakal Impor Listrik dari Malaysia

SINGAPURA (RIAUPOS.CO) - Singapura memutuskan akan mengimpor listrik dari negara tetangga terdekatnya, Malaysia. Tahap awal akan dimulai dengan uji coba selama dua tahun, untuk menilai dan menyempurnakan kerangka teknis dan peraturan untuk mengimpor listrik ke Negeri Singa itu.

Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) mengatakan, langkah itu dapat membantu memfasilitasi impor listrik skala besar di masa depan. Tujuannya untuk memenuhi komitmen perubahan iklim Singapura, sebagai langkah untuk mengubah cara negara itu memproduksi dan menggunakan energi.


"Memanfaatkan jaringan listrik regional untuk sumber daya energi yang lebih bersih adalah salah satu strategi untuk lebih mendiversifikasi pasokan energi Singapura," ujar juru bicara EMA dikutip dari  News Asia, Senin (26/10/2020). 

Dalam pembukaan Pekan Energi Internasional Singapura, Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari rencana negaranya untuk memperkuat arsitektur jaringan energi regional. Begitu konsepnya berhasil, impor akan diperluas ke pemain regional lainnya. Bisa jadi juga dari Indonesia.

"Kami akan memulai ini dengan mengimpor listrik 100 megawatt (MW) untuk masa percobaan dua tahun, untuk melihat bagaimana pasar bekerja. Ini akan memungkinkan kawasan untuk berbagi sumber energi bersih yang mungkin dimiliki negara lain, dan kami akan mulai dengan Malaysia,” kata Chan.

EMA akan mengajukan proposal permohonan pada Maret tahun depan untuk impor listrik 100 MW dari Malaysia. Jumlah itu sekitar 1,5 persen dari permintaan listrik puncak Singapura. Impor dapat dimulai paling cepat akhir 2021, melalui interkonektor listrik yang ada antara kedua negara. Importir akan dipilih melalui tender yang terbuka dan kompetitif.

"Pengimpor potensial harus menunjukkan keandalan pasokan, kredibilitas dan rekam jejak mereka, kemampuan untuk mengamankan permintaan dari konsumen Singapura, dan mengelola keluaran karbon dari pasokan pembangkit," ujar Chan.   

Sumber: News Asia/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook