pertambahan usia seorang pria, maka kualitas spermanya juga turut mengalami penurunan.
Prof Andrew Wilkie, ahli genetika klinis di University of Oxford, menambahkan laporan Dr Stefansson. Menurutnya, ada hubungan antara usia ayah yang lebih tua dan sindrom Apert. Sindrom ini sendiri merupakan gangguan tulang langka yang dapat mengakibatkan kepala memanjang pada anak. Ini hal penting yang perlu ditanyakan, sebab dengan meningkatnya usia reproduksi, efek yang berkaitan cenderung meningkat juga, tuturnya.
Seiring pertambahan usia pria, proses penyalinan tersebut menjadi lebih rentan gagal dan terjadi mutasi pada sperma. Jika sperma bermutasi dan kemudian digunakan untuk membentuk janin, maka menurut Prof Wilkie akan ada lebih banyak risiko terjadi masalah dalam perkembangannya.