Ini Klarifikasi Luhut Panjaitan soal Video Bagi Amplop di Pesantren

Politik | Jumat, 05 April 2019 - 16:01 WIB

Ini Klarifikasi Luhut Panjaitan soal Video Bagi Amplop di Pesantren
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - akhir-akhir ini Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ramai diperbincangkan menuyusul beredarnya video ketika dirinya menyalamkan amplop kepada salah seorang pengasuh pondok pesantren. Di video itu dibingkai dengan topik seakan-akan Luhut memberikan sejumlah uang agar mau mencoblos pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi - Ma’ruf.

Atas peredaran video itu, Luhut akhirnya memberikan klarifikasi. Dia mengatakan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, Madura, 30 Maret lalu dalam rangka menjalin silaturahmi. Kata Luhut, dia sengaja menjenguk pengasuh Pesantren Nurul Cholil KH. Zubair Muntasor yang sedang memiliki masalah kesehatan.

Baca Juga :Sampaikan Pesan Pemilu Damai ke Nelayan yang Sedang Melaut

’’Tentu hal ini tidak patut saya ceritakan ke publik secara lebih mendetail karena privasi beliau,’’ tutur Luhut dalam klarifikasi resmi , Jumat (5/4/2019). Sebagai tamu yang dijamu dan disambut dengan hangat, Luhut mengaku hanya bisa membalas dengan memberi bisyaroh (tanda terima kasih) sekadarnya untuk membantu pengobatan sang kiai.

’’Saya pun lebih dulu diberi oleh-oleh berupa batik dan batu akik. Begitulah tradisi yang kami lakukan untuk menjaga tali silaturahmi,’’ ungkapnya. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 15 menit, Luhut menitipkan pesan agar jangan sampai ada umat atau santri yang golongan putih (golput) pada Pemilu 2019.

’’Saya menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengatakan telah terjadi jual beli suara dalam pertemuan tersebut. Bagi saya, fitnah yang keji itu mencoreng kehormatan terutamanya KH. Zubair Muntasor dan pondok pesantren yang diasuhnya,’’ ujar Luhut.

Dia mengimbau kepada para elite agar mengedepankan pikiran jernih ketimbang prasangka buruk dan hati yang bersih ketimbang hati yang penuh kecurigaan.

’’Ajaran hubungan dan jalinan silaturahmi yang sudah diajarkan turun temurun oleh para leluhur jangan dirusak oleh kepentingan sesaat para elite. Dan sebelum bertindak bertanyalah dan berdialoglah dengan hati nurani yang paling dalam untuk melakukan sesuatu yang terbaik,’’ tutur Luhut.(aprilia rahapit)

Sumber: JPNN.com/RMOL
Editor: Fopin A Sinaga









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook