PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Pelalawan memiliki keragamanan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dapat dijadikan potensi pariwisata, salah satunya Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Yakni hutan alam dengan berbagai kelengkapan satwa yang menjadi daya tarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Di mana di kawasan ekowisata TNTN yang dikelola Balai TNTN ini, juga merupakan area jelajah habitat asli dari gajah sumatera yang populasinya diperkirakan berkisar 150-200 ekor. Hanya saja, potensi ekowisata gajah di TNTN ini masih banyak yang belum diketahui masyarakat luas, sehingga diperlukan adanya upaya promosi oleh pemerintah daerah.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan Eko Novitra MSi kepada Riau Pos, Ahad (18/9) kemarin.
Dikatakannya, dengan melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui DLH mendorong Balai TNTN Pelalawan agar membuat grand design destinasi ekosistem gajah. Di mana destinasi ekosistem gajah ini, dapat dilakukan TNTN dengan menggandeng instansi terkait di lingkungan Pemkab Pelalawan.
''Kita akan segera menggelar pertemuan bersama pihak Balai TNTN untuk membicarakan grand design destinasi ekosistem gajah. Nantinya DLH siap mendampingi Balai TNTN untuk berkordinasi dan menjalin komunikasi dengan Pemkab Pelalawan agar destinasi yang dirancang ini lebih dikenal masyarakat,''terangnya.
Diungkapkannya, untuk mewujudkan destinasi ekosistem gajah tersebut nantinya, pihak Balai TNTN bisa bekerja sama dengan dinas dan instansi terkait di Pemkab Pelalawan seperti Disparpora, Diskop UKM-Perindag serta pihak perusahaan dalam upaya mengembangkan dan mempromosikan potensi TNTN.(amn)