PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PT Perkebunan Nusantara V mendistribusikan sedikitnya 12 ton minyak goreng dan gula murah sebagai upaya membantu memperkuat ketahanan pangan serta membantu masyarakat dalam menghadapi meningkatnya harga produk olahan sawit dan juga tebu tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
"Khusus Ramadan kali ini, kami mengalokasikan enam ton minyak goreng dan enam ton gula murah kepada masyarakat Provinsi Riau yang tinggal di sekitar lingkungan perusahaan," kata Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V Jatmiko Santosa, Selasa (26/4).
Keseluruhan 12 ton minyak goreng dan gula murah tersebut dikemas menjadi 6.000 paket. Masing-masing paket berisi satu liter minyak goreng Salvacco dan satu kilogram gula Walini berkualitas tinggi produksi Holding PTPN, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang memerlukan.
Ia menuturkan, perusahaan memberikan subsidi setiap paket minyak dan gula tersebut hingga 50 persen. Dengan begitu, setiap paket yang bernilai Rp35 ribu itu dilepas ke masyarakat hingga Rp17.500. "Kami memberikan subsidi harga. Setiap paket setara dengan Rp35.000, selanjutnya dilepas kepada masyarakat dengan hanya Rp17.500. Mudah-mudahan langkah kecil kami ini memberikan manfaat luas kepada masyarakat," tuturnya.
Jatmiko menjelaskan program penyaluran minyak goreng dan gula murah telah berlangsung selama sepekan terakhir di enam kabupaten dan kota sekitar areal operasi perusahaan, seperti Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru.
Di Kota Pekanbaru sendiri, kegiatan penyaluran minyak goreng di pusatkan di Kantor Direksi PTPN V, Jalan Rambutan. Untuk menghindari penumpukan masyarakat, perusahaan menyelenggarakan penyaluran paket minyak goreng dan gula selama dua hari yakni 26 April dan 27 April 2022.
Masyarakat yang sebelumnya telah didata dan berhak mendapatkan alokasi paket murah terlebih dahulu mendapatkan kupon yang disebarluaskan oleh perangkat RT setempat.
"Kami mengalokasikan 2.000 paket minyak dan gula bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kantor direksi. Alhamdulillah, respons sangat positif kami dapatkan dari masyarakat penerima manfaat," papar Jatmiko.
Sementara itu, Ashari, salah seorang tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar kantor perusahaan mengapresiasi langkah PTPN V yang menyalurkan keperluan dasar kepada masyarakat setempat. "Kami sangat bersyukur mendapat gula dan minyak dengan harga yang sangat murah. Bantuan ini begitu bermanfaat kepada masyarakat," ujarnya.
Alokasikan Keperluan CPO Domestik
Lebih jauh, Jatmiko juga mengatakan PTPN V memiliki komitmen tinggi untuk memperkuat kebutuhan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dalam negeri. Meneruskan program tahun sebelumnya, di 2022 ini, ia menuturkan PTPN V kembali mengalokasikan 100 persen produksi CPO yang ditargetkan mencapai lebih 600 ribu ton. Seluruhnya untuk dijual bagi keperluan dalam negeri.
Menurut Jatmiko, langkah itu selaras dengan semangat Presiden Joko Widodo yang baru-baru ini memutuskan untuk menghentikan sementara ekspor CPO Indonesia. "Sama seperti tahun lalu, di tahun 2022 ini, kami yang telah mendapat dukungan dari pemegang saham serta jajaran komisaris mengambil kebijakan, seluruh produksi CPO dialokasikan untuk kebutuhan nasional. Memang produksi kami tidak sebesar dengan perusahaan swasta, namun ini adalah tekad PTPN V untuk memperkuat keperluan CPO nasional," ujarnya.
Produksi CPO PTPN V sepanjang 2021 lalu mencapai 574.795 ton. Produksi tersebut meningkat 30.776 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 544.019 ton.
Peningkatan produksi CPO PTPN V sepanjang 2021 lalu tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengamankan pasokan bahan baku minyak goreng nasional. Sementara pada 2022 ini, PTPN V menargetkan produksi CPO mencapai 612.914 ton yang seluruhnya akan diserap untuk keperluan dalam negeri.(eca/ifr)