KASUS SUAP SKK MIGAS

Rudi Akui Beri USD 200 Ribu untuk THR Komisi VII DPR

Kriminal | Kamis, 28 November 2013 - 21:22 WIB

JAKARTA (RP) - Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menyatakan bahwa dirinya pernah memberikan uang USD 200 ribu kepada Komisi VII DPR sebagai tunjangan hari raya (THR). Menurutnya, jumlah uang itu diserahkan ke anggota Komisi VII DPR  dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Tri Yulianto.

Saat bersaksi pada persidangan atas Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tipikor, Kamis (28/11), Rudi mengungkapkan, uang untuk THR ke Komisi VII DPR itu berasal dari Deviardi yang dikenal sebagai instruktur golf.  "Saya sampaikan USD 200 ribu ke komisi VII. Waktu itu saya serahkan ke Tri Yulianto. Dia mewakili anggota komisi VII yang lain," kata Rudi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (28/11).

Baca Juga :Sampaikan Pesan Pemilu Damai ke Nelayan yang Sedang Melaut

Rudi mengaku, uang itu adalah bagian dari USD 300 ribu yang diterimanya dari Deviardi. Namun guru besar ilmu perminyakan di Intitute Teknologi Bandung itu tidak mengetahui asal uang yang diserahkan Deviardi.

Rudi pun sempat tertekan karena permintaan THR dari Komisi VII DPR. Perasaan itu disampaikannya ke Deviardi.

Ketua Majelis Hakim Tati Hardianti menanyakan alasan Rudi mengeluh ke Deviardi. "Sebagai kepala SKK migas, kesulitan THR kok ngeluhnya ke Deviardi yang cuma seorang pelatih golf? Apa hubungannya?" tanya majelis.

"Sebenarnya enggak ngeluh, saya mengatakan sedang banyak tekanan. Kemudian dia (Deviardi, red) bilang 'iyalah nanti kita cari. Mudah-mudahan kita dapat'," kata Rudi menjawab pertanyaan hakim.

Sementara Deviardi yang dihadirkan dalam persidangan Simon membantah menawarkan uang ke Rudi. Ardi -sapaan Deviardi- menyatakan, pemberian uang itu adalah permintaan Rudi.

"Tidak betul (menawarkan). Yang USD 300 ribu itu dari Febri (Febri Prasetiadi selaku konsultan PT Panca Amara Utama) di Singapura," kata Ardi. (gil/jpnn)









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook