KOTA (RIAUPOS.CO) - Penembakan Lapas Klas IIA Pekanbaru sampai saat ini pelakunya belum terungkap. Pertanyaan sederhana ini seolah-olah belum terlihat upaya yang serius dari pihak kepolisian untuk melakukan pengungkapan.
Kriminolog Riau Kasmanto Rinaldi menilai, hal ini wajar menjalar di tengah-tengah masyarakat karena ini menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan akan keamanan dan kenyamanan untuk beraktivitas.
"Pekanbaru sebagai kota yang mengalami cukup pesat perkembangannya, memang sulit melepaskan dirinya dari berbagai tindak kejahatan," kata Kasmanto.
Ia juga menjelaskan bahwa kejahatan yang terjadi sepertinya terus mengalami "kemajuan".
Pertanyaannya bagaimanakah dengan deteksi dini dan pengungkapan yang dilakukan oleh jajaran kepolisiannya?
Menurut dosen yang mengajar di Universitas Islam Riau tersebut, masyarakat tidak memahami dan tidak mau tahu apa kesulitan yang dialami oleh pihak kepolisian.
Masyarakat secara sederhana ingin kejahatan berkurang dan setiap kejahatan harus mampu diungkap.
Ada beberapa catatan terkait pengungkapan kasus seperti bom molotov, penggunaan senjata api dan perampokan sepertinya informasi yang utuh tidak didapatkan masyarakat.
"Sejatinya dengan perkembangan zaman, pihak kepolisian harus senantiasa memberikan informasi yang "clear" dalam setiap kejadian," ucapnya lagi.
Informasi itu menurutnya penting sehingga masyarakat sebagai pengawas langsung pihak kepolisian dikarenakan saat ini adalah polisi sipil, tidak memunculkan apatisme bahwa "ini gak akan terungkap".
Pihak kepolisian harus mampu menyebarkan optimisme yang tinggi kepada masyarakat bahwa mereka ada dan tetap serius dalam mengungkap setiap peristiwa kejahatan yang terjadi.
Selanjutnya, keseriusan akan terlihat dari perkembangan penanganan kasus yang sedang terjadi.
Memang tidak mungkin setiap saat harus di informasikan, namun jangan sampai kasus tersebut hilang tanpa ada kejelasan.
Dikatakannya memang pihak kepolisian punya kendala, namun tunjukkanlah keseriusan itu kepada masyarakat. (man)