TRIPOLI (RIAUPOS.CO) - Sebuah truk yang sarat bom meledak di kota Zliten di barat Libya tak jauh dari pusat pelatihan polisi, mengorbankan sedikitnya 60 anggota dan melukai 200 yang lain hari Kamis (7/1), kata pihak berkuasa.
Seperti dirilis di laman AP, belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab melakukan pengeboman itu, namun sekutu ISIS tempatan belakangan selalu mencoba menguasai Zliten dari kubu kuatnya di Sirte.
Seorang juru bicara rumah sakit, Moamar Kaddi, berkata anggota regu penyelamat hanya behasil mengeluarkan 60 mayat dari kawasan serangan. Pihak berkuasa Libya percaya angka korban mungkin jauh lebih tinggi.
Seorang petugas keamanan Zliten berkata, pangkalan di mana 400 rekrutan polisi sedang menjalani latihan itu, digunakan oleh polisi sempadan.
Polis sempadan menggagalkan sejumlah percobaan penyelundupan manusia di pesisir Zliten tahun lalu.(zar)