KASUS PENGANIAYAAN ADIT

Kak Seto: Penganiayaan Anak di Riau Kekejaman Luar Biasa

Hukum | Selasa, 17 Desember 2013 - 17:02 WIB

JAKARTA (RP) - Satgas Perlindungan Anak Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi, terkejut mengetahui pemberitaan tentang Adit, korban penyiksaan yang diduga dilakukan orangtuanya dan dibuang di daerah perkebunan kelapa sawit, daerah Tapung, Kampar.

Dikonfirmasi JPNN di Jakarta, Selasa (17/12), Kak Seto meminta pihak kepolisian segera mengambil tindakan hukum karena penganiayaan yang dialami Adit menurutnya sangat sadis.

Baca Juga :Sampaikan Pesan Pemilu Damai ke Nelayan yang Sedang Melaut

"Karena digunting lidahnya, disiksa, ini perbuatan tdiak benar, sangat-sangat sadis dan kekejaman luar biasa," kata Kak Seto. Menurutnya, kekerasan seperti yang dilakukan terhadap Adit tidak boleh dibiarkan.

Terkait pendampingan psikologis terhadap Adit, Kak Seto meminta aktivis perlindungan anak di daerah baik kabupaten maupun provinsi di Riau untuk turun tangan melakukan pendampingan agar psikologis Adit kembali pulih. Karena dia berharap peran serta aktivis di daerah bisa memberikan pendampingan terhadap korban.

Saat ini, katanya, Komnas PA juga tengah mendorong agar pemerintah mencanangkan gerakan "Stop Kekerasan terhadap Anak". Bahkan, untuk meransang timbulnya kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak, Komnas PA juga merintis Satgas Perlindungan Anak di tingkat RT/RW.

Sebab, bila semua kekerasan terhadap anak harus ditangani oleh Komnas PA maupun Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), maka masyarakat akan cuek dan acuh terhadap tindakan kekerasan pada anak di lingkungan mereka.

"Dulu Presiden Soeharto sudah berani mencanangkan perlindungan terhadap anak. Sekarang, di akhir pemerintahan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), kita minta juga mencanangkan gerakan Stop Kekerasan terhadap Anak, supaya kejadian serupa tidak terulang," tandasnya. (fat)









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook