Bukan Sekali, Ini Daftar Kontroversi RM BTS, Semua Berhubungan dengan Lirik Lagu

Hiburan | Senin, 21 Agustus 2023 - 07:10 WIB

Bukan Sekali, Ini Daftar Kontroversi RM BTS, Semua Berhubungan dengan Lirik Lagu
RM BTS dan deretan kontroversinya. (BTS WEVERSE.)

SEOUL (RIAUPOS.CO) - Kontroversi leader BTS, RM yang didesak minta maaf ke umat Islam, usai mengunggah lagu 'Bad Religion' Frank Ocean, sejatinya bukan yang pertama.

Sejak BTS debut di ranah musik Korea, RM yang dulu dikenal dengan Rap Monster sudah berulang kali menimbulkan kontroversi. Semua gegara lirik lagu yang ditulisnya.


Ya, RM adalah sebagai salah satu penulis lagu terproduktif tidak hanya di BTS tapi juga Korea. Saat ini, dia tercatat sebagai artis termuda dengan kredit lagu terbanyak terdaftar di KOMCA (hak cipta) dengan total 212. Kembali di era awal debut, RM sudah panen kontroversi dari lirik lagu yang ditulisnya.

 

1. Lagu 'Rap God'

Lagu 'Rap God', ditulis pada 2013 dan dirilis Maret tahun 2015. Lagu 'Rap God' itu masuk dalam salah satu mixtape RM yang berisi tujuh track. Lagu itu panen kontroversi karena dia secara terang-terangan menahbiskan diri sebagai atheis atau tidak percaya agama.

Postingan lirik berbahasa Korea dan dipadupadankan dengan beberapa kalimat bahasa Inggris sempat viral.

"Makhluk bodoh, kamu juga bisa menjadi Tuhan

Angkat kepalamu dengan benar dan senyumlah senyuman Buddha

Langkahnya Yesus, doanya Allah

Hingga cintanya Maria semuanya ada di dalam dirimu

Ini adalah penyelamatan tak bersyarat dan kepercayaan tak bersyarat

Aku adalah Tuhanku sendiri, duniaku sendiri, semua simbolku

Yo, ini adalah dewa rap

Tidak ada agama karena akulah Tuhanku sendiri

Tidak peduli ujian apapun yang datang, aku mengangkat kedua tanganku

Lalu mengatakan pada diriku lagi Amin (bodoh)".

Demikian potongan lirik yang jadi perdebatan bagaimana dia meniadakan agama.

 

2. Lagu "U" Dicap Plagiat

"U" adalah lagu yang diproduseri oleh Primary dan dinyanyikan oleh Kwon Jin Ah dan RM. Ini adalah salah satu lagu di album '2' yang rilis pada 12 Agustus 2015. Namun, begitu lagu itu tayang, muncul pengakuan pengguna Twitter @wevebeenhere, yang mengklaim RM telah melakukan plagiat lirik.

“Orang yang paling saya benci adalah orang yang mengambil kata-kata dari kehidupan orang lain dan mengambil serta menggunakannya seolah bukan apa-apa. Apa yang Anda peroleh dari itu. Ketika ini terjadi pada orang yang saya sayangi, itu membuat saya sangat marah, dan saya tidak berniat memberikan kata-kata saya seperti itu. Apakah saya perlu melindungi tweet saya," tweet-nya saat itu.

Kabar itu tersiar luas dan membuat RM menyampaikan permintaan maaf. Dia mengungkapkan itu saat acara MAMA 2015.

Pertama, saya dengan tulus meminta maaf. Meskipun saya baru mulai berkreasi, saya hanyalah kreator lain yang mengalami banyak kesulitan. Saya tidak bisa menulis musik hanya melalui stimulasi internal, jadi saya mendapat inspirasi dari pembicaraan dengan teman, buku yang saya suka, film, wawancara, dan surat dari penggemar," jelasnya.

Pria kelahiran 1994 itu menjelaskan menulis perasaan dan kalimat yang berkesan di ponselnya. Dia mengakui liriknya terinspirasi dari surat penggemar.

"Sebagian besar terhapus atau dilupakan, tetapi setelah mendengar kritik hari ini saya menyadari bahwa saya tidak sadar akan kesalahan yang saya buat. Tanpa mengetahui sumbernya dan tidak mengingat dengan jelas, saya bekerja sembarangan hanya memikirkan harus menulis lagu,” bebernya.

 

3. Lagu Hormone War dan Joke

RM dituding misogini atau merendahkan perempuan gegara lagu-lagu yang dirilis 2014 dan 2015 itu. Di mana, lirik dalam lagu "Joke" yang jadi kontroversi adalah;

"Ya, kamu wanita terbaik, menjadi suka memerintah

Kamu melakukannya dengan baik, menjadi suka memerintah

Tapi sekarang setelah aku memikirkannya, kamu tidak pernah menjadi bosnya.

Alih-alih bos, aku akan mengatakan gonore".

Kmudian di lirik dari "War of Hormones" juga dikecam karena objektifikasi di mana memuat "Seorang wanita adalah hadiah terbaik." Karena kehebohan itu, agensi BTS, BigHit sampai harus membuat klarifikasi dan permintaan maaf pada 2016.

Agensi mengakui bahwa sejak akhir 2015, telah terjadi kontroversi mengenai misogini dalam lirik BTS.

“Dan setelah meninjau liriknya sekali lagi, kami menemukan bahwa sebagian dari substansi dapat disalahpahami untuk mengkritik wanita, yaitu tidak dimaksudkan saat ditulis, dan membuat orang tidak nyaman," tulis agensi.

Selain itu, agensi secara pribadi mengonfirmasi bahwa sebagian konten yang diposting oleh BTS sebelum debut bisa menjadi konten yang tidak menyenangkan bagi wanita.

"BigHit Entertainment dan semua BTS sangat meminta maaf kepada semua penggemar serta orang-orang yang merasa tidak nyaman karena lirik dan konten SNS BTS, dan kami akan terus merujuk kembali ke komentar dan masalah tersebut di masa mendatang selama proses penulisan," jelas BigHit.

Tak hanya agensi, RM juga meminta maaf dan berjanji belajar untuk menulis lirik yang tak memicu kontroversi.

 

"Secara pribadi, aku menerima banyak kritik tentang misogini pada tahun 2015-2016. Ini membuatku membawa lirik-lirikku untuk ditinjau oleh seorang profesor studi wanita," jelas RM di acara "Good Morning America".

Dia mengatakan pengalaman itu adalah kesempatan baginya untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan apakah dirinya tidak peka terhadap kesetaraan gender.

"Aku ingin melakukan yang terbaik yang aku bisa untuk tertarik pada topik, belajar dan membuat perbaikan," ucapnya.

 

4. 'Bad Religion' Frank Ocean

Untuk yang satu ini, RM bukan penulis atau penyanyi lagu yang dirilis 2012 itu. Dia hanya merekomendasikan lagu itu di Instagram Story-nya. Tindakan ini dianggap fatal, karena dia leader grup dengan banyak fans, di antaranya penganut Islam.

Lagu itu tentang percintaan Frank Ocean yang merupakan gay. Curhatan di lagu yang meletakkan kata Allahu Akbar di lirik dianggap sudah bentuk Islamophobia dan pendukung LGBT.

Meski begitu, beda dengan kontroversi di lagu 'U', 'Joke' dan 'Hormone War', untuk kasus postingan lagu Bad Religion, RM BTS tak meminta maaf meski didesak hingga trending di Twitter.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwar Yaman

 









Tuliskan Komentar anda dari account Facebook